“GERAK MELINTASI ZAMAN, DAKWAH DAN TAJDID MENUJU PERADABAN UTAMA”.
A. TEMA
Muktamar Muhammadiyah ke-46 tahun 2010 M/1441 H diberi nama “Muktamar Satu Abad Muhammadiyah” dengan tema: “Gerak Melintasi Zaman, Dakwah dan Tajdid Menuju Peradaban Utama”. Penggabungan antara event dan tema adalah sebagai berikut: “Muktamar Satu Abad Muhammadiyah: Gerak Melintasi Zaman, Dakwah Dan Tajdid Menuju Peradaban Utama”.
1. Muktamar ialah permusyawaratan tertinggi dalam Muhammadiyah yang diselenggarakan oleh dan atas tanggung jawab Pimpinan Pusat, yang diadakan satu kali dalam lima tahun (AD Muhammadiyah Bab IX pasal 22). Muktamar ke-46 diselenggarakan di Yogyakarta pada tahun 2010 M/1431 H dan diberi nama lain sebagai “Muktamar Satu Abad”dengan alasan bahwa pelaksanaan Muktamar di kota kelahiran Muhammadiyah tersebut bertepatan dengan usia seratus tahun atau satu abad Muhammadiyah. Tahun 2010 M memang kurang dua tahun untuk usia satu abad Muhammadiyah yang semestinya jatuh pada tahun 2012 M, jika diukur dari tahun kelahiran gerakan Islam yang didirikan oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan ini (lahir tahun 1912), tetapi jika diukur dalam hitungan tahun Hijriyah (1330-1431 H) maka usia Muhammadiyah lebih satu tahun. Karena itu secara relatif pada Muktamar ke-46 tahun 2010 M/143I H di Yogyakarta tersebut dapat ditetapkan sebagai Muktamar satu abad karena jika menunggu sampai Muktamar ke-47 yang akan jatuh pada tahun 2015 M atau 1436 H, sehingga akan terlampaui tiga tahun dalam hitungan Miladiyah atau enam tahun dalam bilangan tahun Hijriyah.
2. Muktamar satu abad atau Muktamar ke-46 mengangkat tema “Gerak Melintasi Zaman: Dakwah dan Tajdid Menuju Peradaban Utama”. Kalimat “Gerak Melintasi Zaman” mengandung dua makna. Pertama, melewati, menjalani, menapaki, dan menghadapi masa atau keadaan sejak kelahirannya hingga usia ke 100 tahun. Kedua menyeberangi atau melintas-batas yakni memasuki fase baru setelah usianya satu abad ke peralihan abad selanjutnya. Adapun kalimat “Dakwah dan Tajdid Menuju Peradaban Utama” mengandung pengertian bahwa dalam melintasi zaman selama satu abad maupun untuk masa selanjutnya, Muhammadiyah senantiasa hadir sebagai gerakan Islam yang senantiasa istiqamah mengemban misi dakwah dan tajdid untuk mewujudkan peradaban yang utama. Gerakan dakwah dan tajdid yang dilaksanakan Muhammadiyah tersebut berangkat dari spirit awal kelahirannya sebagaimana tercantum dalam Statuten (Anggaran Dasar) Muhammadiyah yang pertama tahun 1912, yaitu “menyebarluaskan” [dakwah] dan “memajukan” [tajdid] hal ihwal ajaran Islam di seluruh tanah air. Gerakan dakwah dan tajdid Muhammadiyah tersebut tidak lain dimaksudkan untuk mewujudkan “Peradaban Utama” yakni peradaban Masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Peradaban utama tersebut merupakan suatu peradaban Khaira Ummah (umat terbaik, umat pilihan) sebagai manifestasi objektif atau objektivasi dari kehidupan masyarakat Islam yang sebenar-benarnya yang tumbuh dan berkembang di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peradaban utama yang lahir dari gerakan dakwah dan tajdid Muhammadiyah di bumi Indonesia tersebut pada perkembangan yang lebih luas dapat menyinari kehidupan umat manusia secara universal, sebagai matarantai dari misi kerisalahan atau gerakan Islam yang dibawa dan disebarluaskan Muhammadiyah untuk mewujudkan Islam sebagai agama rahmatan lil-‘alamin di muka bumi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar