Senin, 29 Juni 2009

Kiai dan Warga NU Dukung JK-Win

Surabaya
Pembukaan muskerwil NU Jatim di Gedung Diklat Depag Jatim kemarin, menjadi ajang untuk memperkenalkan slogan Capres-Cawapres Jusuf Kalla-Wiranto (JK-Win).

Walaupun dihadiri Gubernur Soekarwo dan Wagub Saifullah Yusuf yang dikenal pendukun SBY, Ketua PWNU Jatim, KH Hasan Mutawakkil Alallah dalam pidatonya berkali-kali menyebat slogan JK-Win "Lebih Cepat Lebih Baik".
Dalam catatan HARIAN BANGSA, KH Mutawakkil menyebut slogan itu sedikitnya 10 kali.
Saat rombongan utusan kiai NU Madura yang datang terlambat masuk ke arena, KH Mutawakkil langsung memberi kata sambutan. "Selamat datang kiai-kiai dari Madura, mereka terlambat karena Suramadu belum selesai, memang yang baik iti adalah; ebih cepat lebih baik," kata pengasuh Ponpes Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo ini yang langsung disambut tepuk tangan hadirin.

Menurut perhitungannya, saat ini hampir semua kiai NU di Jatim sepakat mendukung JK-Win. Alasannya, karena komitmen JK-Win untuk mendukung dan mempertahakan Islam Aswaja lebih jelas. "Kiai-kiai bersatu untuk mendukung JK-Win, karena komitmennya jelas, "katanya sembari mengingatkan dukungan itu atas nama pribadi bukan atas nama kelembagaan NU. Ia sendiri mengakui memang mendukung JK-Win dan menghadiri pertemuan kiai-kiai dengan JK-Win di Ponpes Langitan.
Yang lebih menyakinkan lagi, KH Mutawakkil malah berani menyebut hampir sebagaian besar kiai NU merapat ke JK-Win. "Kiai yang dulu mendukung Kaji dan Karsa sekarang bersatu mendukung JK-Win," tegasnya.

Rais Syuriyah PWNU Jatim, KH Miftahul Achyar juga terlihat mendukung JK-Win. Dalam tausiyahnya sempat menyitir Qunun Asasi (anggaran dasar) NU. Menurutnya, NU sudah saatnya untuk mendukung kekuasaan yang mampu memberi perlindungan terhadap faham Islam Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja) yang dianut oleh NU. "Sebagaimana pidato Hadratussyekh KH Hasyim Asya'ari dalam qonun asasi NU, perlu dakwah agar Islam Aswaja tetap terjaga. Apalagi banyak kekuatan yang kini membonceng kekuasaaan untuk merusak faham Aswaja," tegasnya diplomatis.

Ia juga sempat mengkhawatir NU bakal dimasuki kepentingan kelompok Islam non Aswaja dalam muktamar yang akan datang. "Kami juga mengkhawatirkan ada 'Abu Hasan-Abu Hasan' lain yang akan mempengarai muktmar NU yang akan datang.

Abu Hasan adalah orang yang berusaha merusak NU saat Muktamar di Cipasung 1987 lalu. Saat itu Abu Hasan dikenal sebagai orang ekternal yang berusaha menjegal KH Abdurrahman Wahid, yang saat itu sangat keras menentang rezim Orba Soeharto.

Menurutnya pilihan politik kiaia-kiai NU yang mendukung capres yang berkomitmen tetap memberi perlindungan terhadap ajaran Islam Aswaja, tidaklah menyalahi khittah NU. Sebab, langkah itu, menurutnya bagian dari dakwah NU, agar Islam Aswaja tetap lestari di bumi Indonesia
Secara diplomatis, pengasuh Ponpes Miftahussunnah, Kedung Tarukan Surabaya ini memang condong ke JK-Win, dalam akhir sambutannya ia juga sempat menyebut "lebih cepat lebih baik".

Wakil Rais NU Jatim, KH Ahmad Subadar salah satu kiai pendukung Karsa dalam Pilgub saat memimpin doa malah secara khusus mendoakan agar JK terpilih menjadi presiden. Dalam doanya itu, KH Subadar juga berharap capres yang didukung NU itu bisa mempertahankan Islam Aswaja, yang menjadi fahama anutan Islam mayoritas di Indonesia.
Namun KH Aziz Manshur yang kemarin juga hadir melihat kecenderungan kiai NU mendukung JK-Win adalah sikap pribadi dan bukan sikap resmi NU. "Itu sikap pribadi, saya tetap mendukung SBY sebagaimana sudah ditetapkan oleh DPP PKB," kata KH Aziz yang juga Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jatim ini.
Hadiri dalam acara ini puluhan kiai, antara lain KH Fawaid As'ad Syamsul Arifin, KH Anwar Manshur, KH Anwar Iskandar, KH Idris Abd Hamid.
Sementara dari PBNU tampak hadir ketua PBNU Ahmad Bagdja, Wakil Sekjen Taufik Abdullah

Tidak ada komentar: